WNA Asal Rusia Disekap di Bali, Dipukul hingga Dipaksa Serahkan Akses Akun Kripto
Kuta, Hasanah.id- WNA asal Rusia disekap di Bali dan diduga menjadi korban penculikan, penyekapan, penganiayaan, serta pemerasan. Kasus WNA asal Rusia disekap ini kini tengah didalami oleh Polda Bali setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini, tim gabungan masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan petunjuk untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penculikan dan pemerasan terhadap seorang WNA Rusia. Saat ini tim di lapangan sedang mengumpulkan seluruh bukti dan petunjuk untuk mengidentifikasi para pelaku,” kata Ariasandy, Kamis (9/7).
Kasus WNA asal Rusia disekap itu menimpa pria berinisial AI (41), seorang warga negara Rusia yang bekerja sebagai wiraswasta. Peristiwa bermula ketika korban pulang dari Restoran Hedonist menuju tempat tinggalnya dan melintas di kawasan antara Jalan Uluwatu dan Jalan Belimbing Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.
Di tengah perjalanan, korban diadang sebuah mobil berwarna hitam. Dua orang tak dikenal yang mengenakan masker langsung turun dari kendaraan, memborgol tangan korban menggunakan borgol plastik, kemudian menutup kepalanya sebelum membawanya pergi.
Korban kemudian dibawa ke sebuah rumah berlantai dua dan disekap selama kurang lebih 30 jam. Selama masa penyekapan, WNA asal Rusia disekap itu mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan.
Menurut Ariasandy, para pelaku memaksa korban menyerahkan kata sandi akun aset kripto miliknya.
“Pelaku memaksa korban untuk menyerahkan password akun kripto miliknya,” ujarnya.
Tak hanya itu, pelaku juga mengambil telepon genggam korban. Mereka kemudian mengambil kunci vila yang berada di dasbor sepeda motor korban untuk masuk ke tempat tinggalnya di Kecamatan Kuta Selatan dan membawa ponsel lain yang berisi akses akun kripto.
Setelah melancarkan aksinya, para pelaku membuang korban pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 04.00 WITA di pinggir Jalan Prabu Udayana, tepatnya di depan Rumah Sakit Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.
Korban yang mengalami luka-luka kemudian menyelamatkan diri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Unud untuk mendapatkan perawatan medis.
Dalam penyelidikan WNA asal Rusia disekap ini, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di empat lokasi berbeda serta memeriksa sejumlah saksi.
Saat melakukan pemeriksaan di vila tempat korban menginap, polisi menemukan sistem CCTV, aliran listrik, dan jaringan WiFi dalam kondisi mati akibat korsleting pada mesin air.
Selain itu, penyidik juga mengidentifikasi kendaraan yang diduga digunakan para pelaku, yakni mobil Nissan Serena berwarna hitam.
Tim laboratorium forensik bersama penyidik kejahatan siber turut melakukan penarikan data cell dump di empat titik lokasi kejadian. Polisi juga menelusuri pergerakan BTS berdasarkan nomor telepon korban yang sempat aktif untuk membantu mengungkap jalur pelarian pelaku.
Polda Bali menegaskan akan mengusut tuntas kasus WNA asal Rusia disekap tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan analisis digital forensik terhadap data cell dump, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta melacak pergerakan terakhir mobil Nissan Serena hitam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
“Kami juga memburu dan menangkap komplotan pelaku yang diduga telah merencanakan aksi ini,” kata Ariasandy.
Ia menambahkan, Polda Bali tidak akan mentoleransi segala bentuk tindak kriminal yang menyasar wisatawan maupun warga negara asing karena dapat mencoreng citra pariwisata Bali. Polisi juga mengimbau masyarakat yang melihat kendaraan atau aktivitas mencurigakan pada waktu kejadian agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.